Selasa, 31 Maret 2015

Amal

*Amal terang-terangan belum tentu RIAK, amal sembunyi-sembunyi juga belum tentu IKLAS.
Semua tergantung hatinya_ dan hanya Allah yang tau.
so.. jangan sekali-kali berburuk sangka bila melihat orang yang beramal terang-terangan dengan MENYIMPULKAN bahwa ia riak.
Lebih baik koreksi diri sendiri, apakah sudah bisa iklas karena Allah?
kadang kita bisa beramal sembunyi-sembunyi tapi ternyataaa hati kita masih ingin DI "AKUI" sebagai orang yang "AHLI IKLAS".
<=itupun juga riak.
orang yang "AHLI IKLAS" itu dihatinya tidak ada keinginan untuk DIAKUI sebagai "ahli iklas". bahkan tidak sakit hati bila ada yang ngatain riak. baginya cukup Allah saja yang mengakui keiklasanya dalam beribadah&berbagi kebaikan.tanpa butuh pengakuan dari manusia.
walaupun ia dermawan tapi tidak sakit hati bila ada yang ngatain pelit. walaupun ia rajin ibadah tapi tidak sakit hati bila ada yang ngatain pemalas ibadah.itulah okenya "AHLI IKLAS".
ketahuilah sahabatku..
bila kita masih merasa jengkel saat dikatain pelit_ berarti.. hati kita masih mengharapkan PUJIAN. dan bila hati kita masih ada keinginan tuk diPUJI_ berarti hati kita belum bisa iklas karena Allah subhanahu wata'ala.
--------
semoga Allah MEMAAFKAN kesalahan-kesalahan kita dalam beramal shaleh maupun diluar amal shaleh. dan semoga semmuuuaaa amal shaleh yang pernah kita lakukan DITERIMA oleh Allah azza wajalla. aamiin..
tolong sebarkan tausiyah ini ya sahabatku.. (terimakasih,jazakallahu khairan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar