Senin, 30 Maret 2015

Mutiara Hikmah

BERGETAR HATI BACA INI..!

Ada seorang tukang TAHU... Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya. Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Ba'da subuh ia selalu berdoa kepada Allah SWT agar dagangannya laris. Begitulah setiap hari, berangkat ba'da sholat subuh dan pulang sore hari.
Dagangannya selalu laris manis.. Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya, entah knapa tiba2 ia terpeleset. Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung! Mengeluh ia kepada Allah, bahkan "menyalahkan" Allah, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia telah berdoa ba'da subuh. Akhirnya ia pun pulang tidak jadi berdagang.
Tapi dua jam kemudian ia mendengar kabar, bahwa angkot langganannya yg setiap hari ia naiki, pagi itu jatuh ke dalam jurang. Semua penumpangnya tewas! Hanya ia satu2nya penumpang yg selamat, "gara-gara" tahu nya jatuh ke sawah, sehingga ia tidak jadi berdagang. Doa tidak harus dikabulkan sesuai permintaan, tapi terkadang diganti oleh Allah dengan sesuatu yg jauh lebih baik daripada yg diminta.

Allah Maha Tahu kebutuhan kita, dibandingkan diri kita sendiri. Karena itu, janganlah jemu berdoa, juga jangan menggerutu, apalagi mengutuk! "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS. al-Baqarah/2: 216

MATAHARI SEBAGIAN DARI BINTANG (Dikutip dari Novel kawan)
“Kakak ingin tanya pada adik-adik semua, apa yang dimaksud dengan matahari sebagian dari bintang?” tukas Hamid, seperti biasa diiringi senyum mengembang. Dia layak memang menjadi seorang guru, wajahnya yang kalem nan wibawa menjadi point sendiri untuknya. Memang untuk sementara kami hanya menggunakan papan tulis bekas serta kapur untuk mengajar, namun itu tidak mengurangi semangat Hamid untuk mendidik anak-anak. Luar biasa, semoga Hamid selalu istiqomah.
“Matahari kan memang bintang Pak?” jawab Kribo. Namanya Amin tapi kawan-kawan memanggilnya kribo karena memang ia berambut super ikal. Sementara yang lain seperti tengah berfikir. Apa pertanyaan Hamid yang terlalu tinggi atau atau anak-anak yang masih kecil? Entahlah.
“Maksud Kaka adalah ilmu itu sangat luas, coba adik-adik bayangkan, matahari yang besarnya berlipat-lipat dari bumi saja hanya sebagian dari bintang. Jangan pernah merasa kecil hanya karena adik-adik hanya bisa sekolah dibengkel. Jangan pernah merasa malu bila adik-adik bersekolah tidak menggunakan seragam seperti anak-anak yang lain. Kita adalah sama makhluk Allah. Allah memberi kita kemampuan sama. Mampu memegang dunia dengan akal yang telah Allah berikan. Kakak disini bertugas membuka jalan kalian, bertugas memberikan kalian suntikan semangat untuk meraih kesempurnaan. Kakak bertugas memberikan dasar pengetahuan pada kalian. Dengan pengetahuan kalian bisa melihat dunia. Mampu melakukan yang terbaik untuk dunia. Mampu menghancurkan belenggu kemiskinan dan kebodohan. Dan kalian tau sedikit sekali ilmu Allah yang baru kakak pelajari. Tentunya kalian akan menjadi hebat. Karna yang menghebatkan bukan uang. Yang menghebatkan bukan seragam. Yang menghebatkan bukan kakak yang rendah ini. Yang menghebatkan hanyalah Allah. Allah lah penguasa ilmu. Karenanya hari ini Kakak ingin menanamkan dalam dada-dada kalian bahwa kalian adalah makhluk Allah yang sempurna. Jangan pernah sia-siakan!” terang Hamid dengan mimik serius

Tidak ada komentar:

Posting Komentar